Disdikbud Kukar Perluas Akses Pendidikan melalui Program Beasiswa

img

Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah. (Kriz)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya memperluas akses pendidikan, salah satunya melalui program beasiswa bagi peserta didik.

 

Upaya ini disiapkan seiring dengan berbagai dukungan pendidikan yang telah diberikan pemerintah, mulai dari bantuan beasiswa, seragam sekolah hingga penyediaan fasilitas pendidikan.

 

Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah mengatakan, pihaknya telah mengalokasikan dan mengusulkan anggaran beasiswa 2027 untuk satuan pendidikan mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), sesuai kewenangan pemerintah Kabupaten.

 

Skema bantuan tersebut dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan satuan pendidikan.

 

Penentuan penerima tidak hanya didasarkan pada kondisi ekonomi keluarga, tetapi juga memperhatikan sekolah-sekolah yang memenuhi kriteria untuk mendapatkan bantuan.

 

“Basisnya nanti bukan hanya orang yang tidak mampu, tetapi juga sekolah. Jadi, sekolah-sekolah yang memang berhak menerima bantuan akan menjadi pertimbangan dalam skema beasiswa ini,” ujarnya saat ditemui di Loa Kulu pada Selasa (13/10/2026).

 

Dalam pelaksanaannya, Disdikbud Kukar juga memperhatikan keberadaan sejumlah program bantuan pendidikan dari pemerintah pusat dan provinsi.

 

Program tersebut di antaranya Kartu Indonesia Pintar (KIP) dari Pemerintah Pusat, Gratispol dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, serta program beasiswa Kukar Idaman Terbaik dari Pemerintah Kabupaten Kukar.

 

Sinkronisasi diperlukan agar penyaluran bantuan lebih terarah dan tidak terjadi duplikasi penerima.

 

Dengan demikian, program yang tersedia dapat saling melengkapi dalam mendukung kebutuhan pendidikan peserta didik.

 

“Jangan sampai terjadi duplikasi penerima. Nanti semuanya akan kami distribusikan,” ucapnya.

 

Selain melalui beasiswa, dukungan pemerintah terhadap pendidikan juga diwujudkan melalui pemberian seragam sekolah dan penyediaan fasilitas pendidikan.

 

Ke depan, peningkatan kualitas pendidikan di Kukar tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik sekolah, tetapi juga pembenahan tata kelola dan peningkatan kompetensi tenaga pendidik.

 

Ia menilai, kompetensi guru memiliki peran penting dalam menentukan kualitas proses pembelajaran.

 

Guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga mendidik peserta didik melalui keteladanan dan pembentukan karakter.

 

“Guru yang berkualitas dan memahami cara mendidik lebih penting daripada sekadar mengajar. Kalau mengajar itu sederhana, misalnya mengajarkan satu tambah satu sama dengan dua. Namun, mendidik berarti memberikan contoh atau menjadi teladan untuk menciptakan sumber daya manusia yang berakhlak mulia,” tuturnya.

 

Sementara itu, Shintya Riska Wati salah seorang wali murid yang anaknya baru masuk sekolah dasar, menyambut baik rencana program beasiswa tersebut.

 

“Kalau memang ada beasiswa ini, saya senang sekali. Bisa membantu kami sebagai orang tua, apalagi yang kerjanya serabutan seperti saya, penghasilannya tidak menentu,” ungkapnya

 

Ia juga mengapresiasi berbagai bantuan pendidikan yang telah diberikan pemerintah, khususnya seragam dan buku gratis yang membantu meringankan kebutuhan perlengkapan sekolah anaknya.

 

“Menurut saya, bantuan pemerintah di bidang pendidikan ini luar biasa. Seragam gratis, buku juga gratis. Kalau nanti ada beasiswa lagi, tentu kami sebagai orang tua merasa sangat terbantu,” kata dia.

 

Ia berharap, program beasiswa dapat direalisasikan dan menjangkau peserta didik yang memenuhi kriteria.

 

Dengan dukungan tersebut, orang tua diharapkan dapat lebih terbantu dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak, sementara peserta didik bisa terus mengikuti pembelajaran dengan baik.

“Harapannya beasiswa ini benar-benar ada dan bisa dirasakan anak-anak yang membutuhkan. Jadi, kami sebagai orang tua tidak terlalu berat memikirkan biaya sekolah,” tutupnya. (Adv/Kriz)